Quinzeparthree
`Lanjutan Narasi`
Narasi pertama telah selesai ditulis,
Tentang bagaimana kita awal memulai kisah, perjalanan
Kesan indah yang kalau diingat-ingat kembali bisa mengukir tawa
Walaupun sekarang, cerita ini memang belum dihentikan semesta,
Tapi narasi ini kembali ditulis,
Sebagai lanjutan dari monolog awal, Quinzevier
Tak mudah,
Saat untaian kisah kita semakin menunjukkan ulurannya,
Kita saling menyalahkan,
Mengaku salah,
Padahal sama-sama menjadi pelaku,
Sama-sama saling menarik ulur.
Kamu dan aku terus saja beradu argument,
Karena tak terima akan teguran semesta,
Untuk bersiap mengakhiri kisah ini,
Kisah klasik, Quinzevier
Kita benar-benar akan meninggalkan,
Oktober 2019 yang berdebu,
Tanpa ikatan Quinzevier yang dulu pernah terbujur kaku.
Tak ada lagi pita,
Tak ada lagi tali,
Yang ada hanya untaian benang transparant,
Yang mungkin kapan saja bisa terputus dibawa angin.
Hingga lampu sorot utama,
Telah menunjukkan redupnya,
Kita benar-benar akan berakhir,
Dengan memadamkan lentera jingga kita,
Dan menghidupkan lilin masing-masing.
Tempat ini lalu akan menjadi tempat yang sepi,
Tak terima.
Lampu utama kian memudar,
Tak lagi mengitari kita,
Quinzevier..
Pantaskah untuk memberi,
Ucapan selamat tinggal?
Untuk bumi dan langit indah milik kita hari ini?
Ditempat ini, bahwa kita benar-benar akan pergi,
Tiba-tiba tak lagi saling mengenal,
Tak lagi beradu tawa,
Berbisik keras,
Berucap ramai.
Hingga yang akan tersimpan hanyalah rekaman objek kamera dalam histori,
Bahwa kisah ini pernah ditulis dalam narasi, lanjutan narasi, dan pengusaian..
Usai sudah kisah klasik kita,
Dalam pengusaian Quinzevier
Inilah Quinzeparthree
- With Love, Mayes
Komentar
Posting Komentar